
SIDOARJO, headlineindonesia.net – Semangat Melestarikan Budaya Jawa kembali menggeliat di Kabupaten Sidoarjo. Sanggar Candi Loka Nanta, Perum AL Blok D1 Nomor 4, Sugiwaras, Kecamatan Candi, menjadi tempat digelarnya Tasyakuran Karawitan Candra Aksayapatra Kirana, sebagai momentum kebangkitan kembali aktivitas seni karawitan setelah sempat vakum
Acara yang berlangsung mulai pukul 18.00 WIB hingga selesai dikemas dalam suasana penuh kekeluargaan dan nuansa tradisi Jawa. Rangkaian acara diawali pembukaan oleh MC, dilanjutkan Tari Kupang Ronjot, sambutan, ramah tamah, doa, potong tumpeng, dan makan bersama.
Sanggar Candi Loka Nanta sendiri merupakan sanggar milik Kolonel Laut Purnawirawan Heru Kaswanto, S.E., M.Tr.Opsla., CTMP. Sanggar ini telah berdiri sejak 2016 dan hingga kini terus menjadi ruang untuk berkegiatan serta mengenalkan berbagai kesenian dan budaya Jawa kepada masyarakat.
Kolonel Laut Purnawirawan Heru Kaswanto menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasinya atas kembali aktifnya kegiatan karawitan di Sanggar Candi Loka Nanta.
Menurutnya, keberadaan sanggar bukan sekadar tempat berkesenian, tetapi juga menjadi ruang bersama untuk menjaga warisan budaya agar tetap hidup dan dapat dinikmati oleh generasi berikutnya.
“Saya bersyukur Sanggar Candi Loka Nanta dapat kembali digunakan untuk kegiatan seni dan budaya. Sanggar ini berdiri sejak 2016 dan semoga keberadaannya terus memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam melestarikan budaya Jawa,” ujar Bapak Heru
Beliau juga berharap kegiatan karawitan dan berbagai aktivitas kebudayaan lainnya dapat terus berkembang. Ia membuka ruang bagi komunitas maupun paguyuban seni untuk memanfaatkan sanggar sebagai tempat berkegiatan secara positif.
Sementara itu, Ketua Karawitan Candra Aksayapatra Kirana, Bunda Nila Paramitha, menyampaikan terima kasih kepada Bapak Heru Kaswanto yang telah memberikan izin sehingga Sanggar Candi Loka Nanta dapat kembali diaktifkan.
“Terima kasih kepada Pak Heru yang telah mengizinkan Sanggar Candi Loka Nanta diaktifkan kembali setelah sempat vakum,Alhamdulillah, kita masih diberikan kesempatan untuk nguri-uri budaya Jawa, khususnya seni karawitan,” ungkap Bunda Nila.
Karawitan Candra Aksayapatra Kirana sempat tidak melakukan latihan selama kurang lebih tiga bulan. Karena itu, kegiatan tasyakuran menjadi momentum untuk kembali membangun semangat, kekompakan, dan kebersamaan para anggota.
“Semoga ke depannya Karawitan Candra Aksayapatra Kirana semakin maju, sukses dan selalu kompak, bukan hanya pada saat kegiatan seremonial saja. Kami ingin kebersamaan ini terus terjaga dan kegiatan latihan maupun berkesenian dapat berjalan secara berkelanjutan,” tegas Bunda Nila
Bunda Nila berharap Sanggar Candi Loka Nanta ke depan mampu menjadi magnet bagi paguyuban dan komunitas budaya lainnya untuk ikut berkegiatan.suasana sanggar yang kental dengan nuansa etnik Jawa sangat cocok digunakan untuk berbagai kegiatan kebudayaan, seperti macapat, rembug budaya, karawitan, hingga kegiatan seni tradisional lainnya.
“Kami berharap nantinya semakin banyak paguyuban yang berkegiatan di sini. Sanggar Candi Loka Nanta sangat cocok untuk menjadi ruang bertemunya para pelaku dan pencinta budaya Jawa,” tambahnya.
Bunda Nila juga menyampaikan bahwa ke depan Sanggar Candi Loka Nanta akan mendapatkan dukungan promosi melalui BPPD, sehingga keberadaan sanggar diharapkan semakin dikenal masyarakat luas.
Tasyakuran ini tidak hanya menjadi acara seremonial, tetapi juga menjadi simbol dimulainya kembali aktivitas Karawitan Candra Aksayapatra Kirana setelah masa vakum.
Nuansa kekeluargaan semakin terasa ketika seluruh peserta mengikuti doa bersama, prosesi potong tumpeng, ramah tamah, dan makan bersama.
Dengan kembali aktifnya sanggar dan kegiatan karawitan, diharapkan Sanggar Candi Loka Nanta dapat berkembang menjadi salah satu ruang pelestarian seni tradisional Jawa di Sidoarjo.
Semangat ini menjadi bukti bahwa budaya lokal akan tetap memiliki tempat di tengah perkembangan zaman, selama ada kepedulian, kebersamaan, dan komitmen untuk terus melestarikannya.
(Wyna)