
PASURUAN, headlineindonesia.net – Insiden tergulingnya sebuah truk molen di lokasi proyek pengecoran jalan Desa Rejosari, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, Jumat (19/6/2026), memicu perhatian warga terkait kualitas pekerjaan konstruksi yang sedang berlangsung.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.23 WIB di wilayah RT 01 RW 05 Dusun Payaman, Desa Rejosari. Truk molen yang sedang mengangkut material beton dilaporkan amblas di sisi badan jalan yang baru dikerjakan sebelum akhirnya terguling ke area parit dan persawahan di sekitar lokasi proyek.
Berdasarkan pengamatan warga di lokasi, kondisi tanah dasar dan area urukan diduga belum cukup padat untuk menahan beban kendaraan berat. Akibatnya, bagian tepi jalan mengalami penurunan tanah yang menyebabkan kendaraan kehilangan keseimbangan.
“Saat truk melintas, tanah di bagian pinggir jalan langsung ambles. Kondisinya terlihat masih lunak dan belum benar-benar padat,” ujar salah seorang warga yang menyaksikan kejadian tersebut.
Warga menilai kejadian ini perlu menjadi bahan evaluasi bagi pihak kontraktor pelaksana maupun instansi terkait. Menurut mereka, proses pemadatan tanah dan pengurukan merupakan tahapan penting yang menentukan kekuatan konstruksi jalan dalam jangka panjang.
Masyarakat berharap seluruh pekerjaan dilakukan sesuai spesifikasi teknis agar hasil pembangunan dapat bertahan lama dan aman digunakan. Terlebih, jalan tersebut nantinya akan menjadi akses utama bagi aktivitas warga, termasuk jalur angkutan hasil pertanian dan kendaraan umum.
“Jalan ini akan digunakan masyarakat setiap hari. Karena itu kualitas pekerjaan harus benar-benar diperhatikan agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” kata salah satu perwakilan warga.
Hingga berita ini ditulis, proses evakuasi truk masih dilakukan oleh pihak pelaksana proyek. Sementara itu, pemerintah desa disebut telah meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap tahapan pekerjaan, mulai dari proses pemadatan tanah, pengurukan, hingga pengecoran jalan.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, insiden itu diperkirakan menimbulkan kerugian material hingga jutaan rupiah.
(Nur Hasan)