
SIDOARJO, headlineindonesia.net – Nama Titin Kharisma kembali menjadi perbincangan. Sosok yang pernah menghadapi berbagai dinamika di dunia hiburan kini tampil dengan semangat baru. Tak lagi ingin larut dalam polemik masa lalu, Titin memilih menjawab semuanya dengan karya, aksi sosial, dakwah, dan pengabdian nyata kepada masyarakat Kecamatan Gedangan, khususnya Desa Punggul.
Bagi Titin, masa lalu bukanlah sesuatu yang harus disesali, melainkan pelajaran yang menempa mental dan membentuk dirinya menjadi pribadi yang lebih kuat.
Saya tidak hidup untuk menyenangkan semua orang. Biarkan orang berbicara apa pun. Saya memilih menjawab semuanya dengan karya, kepedulian, dan kerja nyata. Waktu akan membuktikan siapa yang benar-benar bekerja untuk rakyat,” tegas Titin.
Dalam beberapa waktu terakhir, Titin aktif menggelar berbagai kegiatan sosial, di antaranya Pengajian Akbar bersama FORSA di Hotel Aston Sidoarjo, santunan anak yatim dan kaum dhuafa, kegiatan sosial kemasyarakatan, hingga pelestarian seni budaya melalui pagelaran jaranan yang melibatkan warga. Ia juga tengah menyiapkan karya musik terbaru sebagai bukti bahwa semangat berkaryanya tidak pernah padam.
Tak berhenti di situ, Titin mengungkapkan rencana besar berikutnya, yakni memberangkatkan jamaah pengajian dari Gedangan untuk melakukan wisata religi ke Tasikmalaya sebagai bentuk penghargaan kepada masyarakat yang istiqamah mengikuti kegiatan dakwah.
Saya ingin masyarakat bukan hanya mendapatkan hiburan, tetapi juga keberkahan, ilmu, dan pengalaman spiritual. Insyaallah kami siapkan program pemberangkatan jamaah pengajian ke Tasikmalaya. Semoga menjadi awal lahirnya gerakan dakwah yang lebih besar di Gedangan,” ujarnya.
Sebagai Ketua DPC PSI Gedangan, Titin juga menegaskan bahwa politik harus menjadi sarana melayani masyarakat, bukan sekadar perebutan kekuasaan.
PSI harus hadir di tengah masyarakat, mendengar keluhan warga, mencarikan solusi, dan menjadi rumah bagi siapa saja yang ingin membawa perubahan. Kami ingin membuktikan bahwa politik bisa bersih, dekat dengan rakyat, dan benar-benar bekerja untuk kepentingan masyarakat,” kata Titin.
Ia berharap kehadiran PSI semakin dikenal masyarakat Gedangan melalui aksi nyata, bukan hanya baliho atau janji politik.
“Kami ingin masyarakat mengenal PSI karena manfaatnya. Bukan karena slogan, tetapi karena kerja nyata yang bisa dirasakan langsung warga.”
Titin juga menyampaikan komitmen yang menjadi tekad pribadinya apabila suatu saat mendapat amanah dari masyarakat.Kalau Allah dan rakyat memberikan amanah kepada saya, saya berjanji separuh gaji yang saya terima akan saya kembalikan untuk membantu masyarakat. Catat janji saya. Jabatan bukan tempat mencari keuntungan, tetapi ladang pengabdian.
Semangat tersebut juga diiringi tekad membangun Gedangan agar semakin maju dan menjadi daerah yang diperhitungkan.
Saya ingin Gedangan trutama punggul dikenal karena prestasi, gotong royong, seni, dakwah, dan kepeduliannya. Khusus Desa Punggul, saya ingin membuktikan bahwa Punggul harus selalu unggul. Apa pun bidangnya, Punggul harus menjadi contoh bagi desa-desa lain.”
Dukungan terhadap langkah Titin terus mengalir dari kalangan seniman, tokoh masyarakat, organisasi sosial, hingga generasi muda yang melihat perubahan nyata dalam kiprahnya.
Bagi Titin, popularitas hanyalah titipan. Yang lebih penting adalah meninggalkan manfaat bagi masyarakat.
Saya tidak ingin dikenang karena masa lalu. Saya ingin dikenang karena karya, kepedulian, dan pengabdian yang benar-benar dirasakan masyarakat. Itulah warisan terbaik yang ingin saya tinggalkan.”
Dengan berbagai program sosial, dakwah, pemberdayaan masyarakat, serta komitmen politik yang berpihak kepada rakyat, Titin Kharisma berharap dapat menghadirkan energi baru bagi Gedangan. Baginya, perubahan tidak lahir dari perdebatan, melainkan dari keberanian bekerja, melayani, dan terus hadir di tengah masyarakat.
(Wyna)