Festival Munali Patah 2026 Meriah, Dekesda Beri Penghargaan kepada 67 Insan Seni Serta 600 Penari Remo

SIDOARJO, headlineindonesia.net — Dewan Kesenian Sidoarjo (Dekesda) sukses menggelar Festival Munali Patah 2026 di Paseban Alun-Alun Kabupaten Sidoarjo, Sabtu (17/10/2026). Pukul 15.00 sampe kelar Mengusung tema “Menghidupkan Tradisi, Menyatukan Generasi”, festival ini menjadi ajang pelestarian budaya sekaligus apresiasi bagi para pelaku seni daerah.

Salah satu penampilan utama adalah Tari Remo Munali Patah yang melibatkan sekitar 600 penari dari berbagai sanggar dan peserta mandiri. Festival juga dimeriahkan pertunjukan sastra, teater, musik angklung, dan keroncong.

Dalam kesempatan ini Dekesda menyerahkan Munali Patah Award 2026 kepada 67 penerima sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam menjaga dan mengembangkan seni budaya Sidoarjo.

Ketua Umum Dekesda, Ribut Wijoto, S.S., mengatakan festival ini bukan sekadar panggung pertunjukan, melainkan ruang kolaborasi bagi seniman lintas generasi.
“Festival Munali Patah menjadi ruang untuk menghidupkan tradisi sekaligus menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap seni budaya lokal. Kami berharap para seniman terus berkarya dan berinovasi,” ujar Ribut.

Festival dibuka oleh Bunda Kartini dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo. Ia mengapresiasi keterlibatan ratusan pelaku seni, khususnya generasi muda, dalam menyukseskan kegiatan ini

“Keterlibatan sekitar 600 penari Remo menunjukkan semangat generasi muda dalam menjaga tradisi. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut agar seni budaya Sidoarjo tetap lestari,” ungkapnya.

Sementara itu, Jaka Siswanto, S.Pd., S.Sn., Ketua DPC PAMDI Sidoarjo sekaligus penerima Munali Patah Award 2026, menyampaikan terima kasih kepada Dekesda atas penghargaan yang diberikan.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berkontribusi dalam melestarikan dan mengembangkan seni budaya daerah. Generasi muda harus dilibatkan sebagai pelaku seni agar tradisi tetap hidup dan berkembang,” tutur Jaka.

Berharap sinergi antara pemerintah, Dekesda, sanggar, komunitas seni, dan masyarakat semakin kuat sehingga seniman memiliki lebih banyak ruang untuk berkarya.

Festival Munali Patah 2026 menegaskan pentingnya kolaborasi dalam merawat warisan budaya Sidoarjo. Semangat tersebut dirangkum dalam seruan “Ayo, Ramekno Rek!” sebagai ajakan kepada masyarakat untuk mencintai, menjaga, dan membanggakan seni budaya daerah.

(Wyna)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *