
SIDOARJO, headlineindonesia.net – Semangat mewujudkan Sidoarjo Merdeka dari Narkoba menggema dalam Deklarasi MaNaSi (Mak-Mak Anti Narkoba Sidoarjo) yang digelar pada Minggu (2/8/2026) di halaman kantor Disporapar Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 06.00 hingga 08.30 WIB ini dihadiri ratusan peserta dari berbagai elemen masyarakat sebagai bentuk komitmen bersama dalam memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika
Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, S.A.P., mengajak semua terutama ibu-ibu untuk lebih mengawasi anak-anaknya dari bahaya narkoba. Ini seiring dengan langkah Pemkab Sidoarjo tiada henti mensosialisasikan bahaya narkoba ke sekolah-sekolah.istilah lain nya polisi keluarga .
Acara Mak-Mak Anti Narkoba Sidoarjo (Manasi) Kepala BNN Sidoarjo Kombes Pol. Gatot Soegeng Soesanto, S.H., Ketua Harian DPW Jawa Timur Lembaga Rehabilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika Bhayangkara Indonesia, Prof. Dr Siswanto dan perwakilan dari Polresta Sidoarjo dan Kepala Bidang Kepemudaan Disparpora Kab. Sidoarjo, Rahmat Eko Firmansyah.
Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, S.A.P., yang akrab disapa Emak’e Sidoarjo, hadir membuka sekaligus memimpin deklarasi. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa perjuangan melawan narkoba merupakan tugas bersama seluruh masyarakat.
“Biyen perang melawan kolonial, saiki berjuang melawan narkoba. Pencegahan jauh lebih penting daripada penindakan. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo akan terus mendukung program-program BNN dalam membangun kesadaran masyarakat agar generasi muda memiliki ketahanan diri yang kuat. Mari kita jaga anak-anak kita demi masa depan Sidoarjo yang lebih baik,” tegas Hj. Mimik Idayana.
Beliau juga mengajak seluruh ibu-ibu untuk menjadi Polisi Keluarga, yakni garda terdepan dalam mengawasi, membimbing, dan melindungi anak-anak dari pengaruh narkotika sejak dini.
Sementara itu, Ketua MaNaSi, Nila Paramita, menyampaikan bahwa lahirnya MaNaSi merupakan bentuk kepedulian kaum ibu terhadap masa depan generasi penerus bangsa. Menurutnya, keluarga adalah benteng pertama dan paling kuat dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba.
“MaNaSi siap bersinergi penuh dengan BNN dan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam mengedukasi masyarakat. Kami percaya kolaborasi yang erat akan melahirkan generasi yang sehat, produktif, berkarakter, dan siap menjadi penerus bangsa yang membanggakan. Gerakan ini bukan hanya milik MaNaSi, tetapi menjadi gerakan seluruh emak-emak Sidoarjo demi menyelamatkan anak-anak kita dari bahaya narkoba,” ujar Nila Paramita.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi hari. Ratusan peserta mengikuti senam bersama dengan penuh semangat,instruktur senam Reny Ginsul dilanjutkan deklarasi bersama sebagai simbol tekad untuk mewujudkan lingkungan yang sehat, aman, dan bebas dari narkotika.
Melalui kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, BNN, MaNaSi, dan seluruh elemen masyarakat, gerakan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat ketahanan keluarga serta membangun budaya hidup sehat yang bebas dari narkoba.
Dengan semangat kebersamaan, Sidoarjo optimistis mampu mewujudkan cita-cita besar: Sidoarjo Merdeka dari Narkoba. Karena perang melawan narkoba dimulai dari rumah, dan kekuatan terbesar ada di tangan keluarga.
(Wyna)